Wednesday, May 29, 2013

CARA MUDAH MEMBUAT BURUNG KACER JADI JUARA



KACER   ( MAGPIE ROBIN)
Burung Kacer

Karakter dan sifat burung Kacer, cara memilih burung Kacer, cara merawat burung Kacer, cara memaster burung Kacer, tips seputar burung Kacer.

TIPS PANDUAN BURUNG KACER

Pemilihan Bakalan (Bahan), Perawatan Harian, Perawatan Pra Lomba, Perawatan Pasca Lomba dan Perawatan Mabung untuk Burung Kacer (Magpie Robin)


Burung Kacer merupakan salah satu burung petarung yang memiliki gaya paling eksotis, disamping suaranya yang sangat memukau. Merawat burung Kacer sangat mudah dan menyenangkan.

KARAKTER BURUNG KACER


Mudah beradaptasi, burung Kacer sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan
Petarung yang gampang naik darah. Apabila mendengar suara burung lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.

Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Kacer betina, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.

Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.    Kuda Laut-Mbagong-Mbedesi. Setiap burung Kacer memiliki karakter ini, karena ini merupakan karakter dasar dari burung Kacer. Ada beberapa sebab yang membuat burung Kacer mbedesi atau mbagong, yaitu: terlalu birahi, tidak kondisi (mau mabung atau sedang mabung), jatuh mental dan kurang birahi.

          
MEMILIH BAHAN BURUNG KACER YANG BAIK
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung .Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Kacer jantan dapat dilihat warna bulu hitam yg tegas mengkilap dan kontras.
1.Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.


2.Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental yang kuat
3.Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.                                               
4.Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
5.Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
6.Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

MAKANAN UNTUK BURUNG KACER
Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Kacer. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
     
Extra Fooding, pakan tambahan yang sangat baik buat burung Kacer  yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.



PERAWATAN HARIAN BURUNG KACER
Perawatan harian untuk burung Kacer relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Kacer:
  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot,     tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
  • Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung        
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.


PERHATIAN
   * Kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal 4x seminggu.
   * Pemberian Cacing diberikan 1 ekor 2x seminggu.
   * Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
   * Berikan vitaminyang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.

PENANGANAN APABILA BURUNG KACER BIRAHI BERLEBIHAN
     Pangkas porsi Jangkrik menjadi 2 pagi dan 2 sore.
     Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00).
     Berikan Cacing 2 ekor 2x seminggu.
     Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
     Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.
     Waktu pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama.

PENANGANAN APABILA KONDISI BURUNG KACER NGEDROP
  -   Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
  -   Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi setiap hari.
  -   Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali.
  -  Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
  -   Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Kacer lain dahulu.
  -   Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.

PENANGANAN JIKA BURUNG KACER MBAGONG
   *  Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
   *  Lakukan mandi malam. Minimal seminggu sekali.
   * Mandi pasir sewaktu penjemuran dengan menyediakan bak khusus berisi pasir bersih yang sudah              
     minimal sekali seminggu
   * Stelan EF perlu di atur ulang menjadi setengah dari porsi awal.
   * Bisa diberikan Ulat Bambu 2 ekor seminggu sekali

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG KACER  LOMBA
Perawatan lomba untuk burung Kacer sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung Kacer agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.

Kunci keberhasilan perawatan lomba untuk burung Kacer yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Kacer:
   -  H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 5 ekor sore.
   -  H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
   - 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3-5 ekor dan Ulat Hongkong 
       6-15 ekor
   -  Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 2 ekor lagi.

PERHATIAN
     Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Kacer lain.
     Lakukan mandi malam (jam 19.00-20.00) pada H-1.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG KACER SETELAH LOMBA
Perawatan setelah lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan setelah Lomba untuk burung Kacer:
   *  Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
   *  Berikan Vitamin dan Mineral pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
   *  Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG KACER MABUNG (NGURAK)
Mabung (Moulting) atau rontok bulu ( ngurak ) merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung Kacer pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung Kacer menjadi rusak.
Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung Kacer meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Kacer butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.

Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung /  Ngurak untuk burung Kacer:
  * Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak
      ruangan tersendiri
  *  kondisi dikrodong
  *  Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
  *  Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan  untuk pembentukan sel-sel baru ,         untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1     sendok makan setiap pagi, Cacing 2 ekor 3x seminggu dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
  * Berikan Vitamin dan Mineral yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
  * Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. 

Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.


Jenis-jenis burung ciblek sawah



Jenis-jenis burung ciblek sawah - Jenis-jenis burung ciblek sawah karena Burung Ciblek saat ini bisa dikatakan sedang naik daun, dahulu burung ini dipandang sebelah mata oleh para pehobi burung, tapi belakang ini penggemar burung ciblek ini semakin banyak dan hampir diseluruh Indonesia.




Burung Ciblek ini naik pamor karena memang telah di lombakan dengan kelas khusus, dikarenakan suaranya yang indah dan lengkingan tembakan yang panjang dalam berkicau ketika bertemu atau berhadapan dengan burung ciblek jantan lainnya.

Burung Ciblek ini dikenal juga sebagai burung Kipas, cininin, atau pacikrak, daya tarik burung ini adalah dapat di dimainkan seperti burung merpati artinya burung ini bisa dilepas dan akan kembali lagi ke sangkarnya seperti burung kutilang, tapi itupun kita harus bisa merawatnya dari kecil hingga dewasa jika ingin burung ciblek ini dapat lulut atau nurut dengan si Empunya.

Burung ini penyebarannya didaerah Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan hampir diseluruh kepulauan Indonesia, hidupnya di Ladang atau di sawah dan disekitar pepohonan yang rindang dan pohon singkong, makanan burung ciblek ini adalah serangga-serangga kecil, telor semut.

Sunday, May 26, 2013

Cara merawat burung pleci gacor



Cara Merawat Burung Pleci agar Gacor - bagi anda yang menyukai burung pleci gacor dan ingin sekali mempunyai burung pleci tersebut tetapi tidak punya uang atau merasa sayang duitnya, maka ada baiknya anda membaca tips merawat pleci gacor ini karena kalau bagi pemula kalau harus membeli burung pleci yang sudah gacor tentu akan keberatan karena harga burung pleci gacor yang cukup tinggi.


Sebelum memelihara burung pleci, anda perlu memperhatikan beberapa hal, misalnya harga burung pleci, membeli burung pleci. Nah berikut adalah cara memilih pleci mentah yang dapat anda latih untuk menjadi pleci gacor.
  • Pilih Burung Pleci yang sehat, warna bulu contras
  • Pilih pleci dengan bentuk paruh yang lebih besar
  • Pilih Burung Pleci yang lincah, ekor berbentuk V, bentuk tubuh yang agak memanjang

Setelah membeli burung pleci sesuai tips diatas, selanjutnya anda perlu mengetahui Cara Merawat Burung Pleci cepat Gacor, caranya seperti berikut ini:
  • Sediakan sangkar burung pleci yang berukuran kecil agar pleci tidak glaprak2 kesana kemari, dengan cara ini burung pleci akan sedikit lebih jinak
  • Sebaiknya anda memberikan makanan dengan ukuran kecil
  • Berilah air minum yang  masak atau air mineral agar burung pleci lebih sehat
  • Berilah makan ulat hongkong atau ulat kandang di pagi dan sore hari
  • SElalu mandikan pleci anda dengan semprot tetapi jangan terlalu basah
  • lakukan penjemuran atau penggantangan setiap hari sampai sekitar jam 10 pagi.
  • Kemudian pindah ke tempat yang teduh setelah jam tersebut
  • Pancing burung pleci berkicau dengan suara HP atau kaset dengan suara pelan saja.
  • Jika anda lakukan hal tersebut tiap hari, biasanya dalam 2 minggu burung pleci sudah gacor.

Dengan tips diatas diharapkan anda dapat menghasilkan atau mencetak burung pleci gacor.

Friday, May 24, 2013

Cara Memilih Burung Pleci Bagus


Tips memilih burung pleci ombyokan merupakan hal penting agar anda dapat memiliki kicau burung pleci bagus. Sehingga hal ini sering ditanyakan oleh para penghobi pleci pemula. Adapun yang sudah lama biasanya sudah memahami hal ini sesuai jam terbang orang tersebut.

Jika kita membeli Burung pleci ombyokan, maka kita sangat perlu tips ini karena dari burung ombyokan mempunyai kualitas yang berbeda-beda. Harga burung pleci ombyokan biasanya relatif lebih murah, namun kualitas suara burung pleci yang berbeda-beda. Untuk itulah saya rasa tips ini sangat bermanfaat:





Memilih burung pleci jantan
Adalah hal yang sudah kita ketahui bersama bahwa burung pleci jantan memiliki suara kicau yang lebih bagus dari burung pleci betina, untuk itu kita perlu mengetahui tanda pleci jantan dan dapat membedakan burung pleci jantan dan betina :
pleci jantan mempunyai postur tubuh lebih panjang, berkepala lebih besar, memiliki paruh lebih besar dan panjang
vent (alat kelamin) menonjol tegak 30-80 derajat terhadap perut
burung pleci jantan warna bulu lebih ngejreng atau kontras dan terlihat bersih terang
pleci jantan memiliki nada panggil yang lebih lantang dan lebih nyaring
pleci jantan memiliki bulu ekor lebih panjang dengan ujung ekor berbentuk huruf V.
ciri burung pleci jantan mempunyai lingkar kaca mata lebih tebal dan putih bersih
mata lebih besar ,nampak besar dan sedikit lebih menonjol keluar
gerakan burung pleci jantan ini lebih lincah

Usia burung Pleci
Burung pleci muda lebih berpeluang untuk dilatih dan dijadikan sang juara. Jadi satu hal yang cukup penting adalah dengan memilih burung pleci muda. Ini lah alasan kenapa kita memilih burung pleci muda.
lebih mudah dan cepat beradaptasi dengan lingkungan manusia.
Burung pleci muda memiliki potensi stres yang lebih rendah
lebih mudah kita master, dibentuk karakternya sesuai yang kita inginkan
peluang masa hidupnya lebih lama.

Rahasia para pemikat Pleci
Pemikat biasanya sangat hafal dan tahu kualitas dan kondisi pleci yang dipikatnya, mereka biasanya membawa tanda, umumnya sepidol berwarna yang dipakai untuk menandai kepala atas burung pleci unggulan yang berhasil dipikatnya, biasanya yang ditandai yang jelek atau cacat.
katuranggan Burung Pleci
Postur badan panjang proposional terhadap kaki,leherdan ekor
kaki jenjang panjang, kepala lebih besar berbentuk kotak, kering dan jari jari panjang, atau dahi menonjol pangkal paruh lebar , paruh tdk terlalu tebal dan tidak terlalu tipis, paruh panjang dan lurus
Leher panjang dan tebal berisi, Dada lebar dan berisi atau berdada bidang
Ekor panjang dan rapi, Bulu berwarna kering,rapi dan mengkilap (lebih kontras)
Gerakan lincah
Mata bulat besar melotot
Sayap lebar dan mengepit rapat simetris, berdiri kuat 30-45 derajat

Cara Memilih anakan Pleci Jantan
Cara memilih pleci jantan di usia muda ini sangat penting karena memilih anakan pleci jantan cukup sulit. Padahal dengan mendapat anakan pleci jantan, akan sangat berpeluang untuk mencetak burung pleci juara.
Lebih Agresif, Bukaan Mulutnya lebih lebar, 
suara cit minta dilolohnya lebih tinggi/nyaring,
rongga mulut lebih merah dan body cenderung lebih besar,
kalau sudah muncul kacamatanya, kacamatanya lebih tebal
ada 2 garis hitam pada kedua sisi di lidahnya (pangkal lidah)

Tuesday, May 21, 2013

Cara Merawat Burung Kacer Mabung



Burung kacer  termasuk burung yang cukup populer di kalangan pecinta burung kicauan. Burng ini dapat dijadikan burung dalam arena laga atau lomba atau dapat juga digunakan sebagai burung rumahan atau sekedar kelangenan atau hoby belaka. Burung kacer yang banyak dikenal orang ada dua yaitu kacer dada putih atau burung Poci dan satu lagi kacer full hitam dan sering disebut kacer jawa.





Kacer dada putih harganya lebih muranh dibanding kacer jawa karena populasi kacer putih masih relatif lebih banyak. Banyak yang tidak tahu cara merawat kacer mabung, karena itu akan saya shareing bagaimana mengatsi burung kacer yang sedang mabung. Mabung adalah saat dimana burung berganti bulu atau mbrondol dalam bahasa jawa. Saat ini burung memerlukan perwatan spesial agar bulu pulih sempurna.
  • Full kerodong sangkar burung kacer.
  • Sebaiknya anda mengganti merk voer (ganti voer 521 pakan ayam jig bagus untuk mempercepat rontok).
  • Berilah kroto selama masa mabung atau pergantian bulu
  • Jangan dimandikan dulu ketika burng mengalami masa mabung
  • Tidak perlu dibersihkan kandangnya jika tidak dilakukan penjemuran
  • Taburi dasar kandang dengan kapur 2 mm dan diatasnya 1cm dedak atau bekatul


Perlu kita ketahui bahwa masa mabung kacer berlangsung saekitar 2 bulan berarti  lebih pendek dibanding murai batu. Setelah bulu pulih semua, burung kacer mulai dapat dimandikan dan dijemur secara bertahap selama sebulan dan selanjutnya dapat diperlakukan seperti burung kacer normal lainnya.

Wednesday, May 15, 2013

Jenis-Jenis Burung Pleci



Jenis Burung Pleci Ada banyak ras (anak jenis) dari Z. palpebrosus. berikut, ada sekitar 22 jenis burung kacamata yang tersebar di seluruh Indonesia. pada beberapa gambar saya beri uraian singkat ras yang terdapat di Indonesia ini dan cirinya.
Jenis Jenis Burung Pleci tersebut antara lain :






















Z.p. buxtoni di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa bagian barat. Mirip dengan kacamata gunung Zosterops montanus, sisi bawah tubuh berwarna abu-abu keputihan; perbedaannya buxtoni memiliki sebuah garis kuning membujur di tengah dada hingga perut, paha yang berwarna putih, dan iris mata kecoklatan (montanus, iris putih). Sangat mirip dengan kacamata belukar

 Zosterops everetti, yang perutnya lebih abu-abu dan pita kuning di dadanya lebih lebar.

 Z.p. melanurus di Jawa dan Bali. Sisi bawah tubuh kuning seluruhnya. Sisi atas tubuh (termasuk tunggir) hijau zaitun, dengan bercak kuning di atas paruh. Mirip dengan kacamata laut Zosterops chloris yang bertubuh sedikit lebih besar dan memiliki kekang hitam gelap.

 Z.p. unicus di Sumbawa dan Flores. Seperti melanurus, namun tunggirnya berwarna kuning.

Wednesday, May 8, 2013

Burung Poksai Jambul Putih




Umum
Burung Poksai jambul putih (Garrulax leujcolophus) atau white crested laughing thrush adalah sejenis burung poksai yang berasal dari Thailand. Kalaupun burung ini ditemukan di Indonesia, itu karena burung ini diimpor langsung dari Thailand.

Burung yang dikenal sebagai rajanya poksai ini sangat aktif bergerak di dalam sangkar dan terlihat berwibawa saat berkicau.


 

Ciri-Ciri Burung Poksai Jambul Putih:
Bulu didominasi dengan warna cokelat dan putih.
Bulu bagian mantel sampai kepala berwarna putih.
Ada semacam pita yang berbulu hitam pada bagian telinga, garis mata sampai pangkal paruh.
Bulu sayap hingga ke ekor berwarna cokelat.
Bulu sayap pada bagian ujung bulu sekunder memiliki warna cokelat yang lebih tua.
Paruh berwarna hitam.
Memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan kekar dari kerabat poksai yang lain.
Matanya hitam bersinar dan berukuran lebar.
Memiliki kaki yang kokoh dan berwarna hitam.
Memiliki suara yang keras dan namun enak didengar.

Habitat Burung Poksai Jambul Putih:
Burung poksai jambul putih pada umumnya hidup dengan berkelompok kecil. Lingkungan yang disukai burung poksai jampul putih adalah hutan yang penuh dengan semak dan agak terbuka, dan terkadang hidup di tempat yang banyak dipenuhi oleh pohon bambu.

Reproduksi Burung Poksai Jambul Putih
Ketika burung poksai jambul putih akan berkembang biak, poksai jambul putih akan membuat sarang di atas pohon ataupun di semak-semak. Dalam satu kali masa bertelur burung ini bisa menghasilkan 3 hingga 6 butir. Namun dari semua telur yang dierami terkadang ada 1-2 butir yang tidak menetas.

Makanan Burung Poksai Jambul Putih
Burung poksai jambul putih biasanya mencari makanan di percabangan pohon yang lebih rendah atau bisa juga mencari makan di atas tanah. Makanan alami burung ini adalahnya serangga kecil yang hidup di antara dedaunan pohon, biji-bijian, atau bisa juga makan buah-buahan yang terjatuh dari atas pohon.

Cara membedakan burung Poksai Jambul Putih jantan dan betina
Agak sulit untuk membedakan burung poksai jambul putih jantan dan betina karena keduanya memiliki panjang ekor, ukuran tubuh dan warna bulu yang hampir sama. Untuk penggemar burung awam biasanya membedakan burung ini melalui tes laboratorium untuk meneliti jenis kelamin burung melalui analisis kotoran, seksing bulu (meneliti bulu yang baru tumbuh) dan teknik endoskopis.

Namun untuk penggemar burung yang berpengalaman tidak harus melakukan tes tersebut yang tentunya harus membayar biaya yang tidak sedikit. Penggemar burung yang berpengalaman bisa menilai jenis kelamin burung poksai jampul putih melalui suara kicauannya.

Burung poksai jambul putih biasanya mengeluarkan suara kicauan seperti ini, “kwaa … kwaa … kwaa… kwaa … kukkk … kwakk … klik … klukkk…”, sedangkan untuk betina tidak akan memiliki sifat meniru suara sehingga hanya mengeluarkan kicau yang monoton seperti, “kwaa … kwaa … kwaa ….



Sifat Burung Poksai Jambul Putih
Burung poksai jambul putih memiliki tingkah laku dasar yang dianggap terlalu liar dan agresif. Walaupun sudah dipelihara terkadang sifat tersebut sulit untuk dihilangkan. Namun burung poksai jambul putih masih memiliki banyak sifat lain yang menarik dan tidak semua burung memiliki sifat seperti burung ini.

Berikut ini adalah sifat-sifat dari burung poksai jambul putih :
Gagah
Penampilannya selalu terlihat dan jarang terlihat lemah seperti halnya jenis burung berkicau yang lain. Kegagahan dari burung ini akan lebih terlihat jika burung sudah pernah diadu untuk sesama jenisnya, terpelihara dengan baik dan sering dimandikan.

Ciri-ciri burung poksai jambul putih yang sedang semangat adalah pada saat berkicau bulu sayapnya akan bergetar dan jambulnya akan mengembang. Tanda-tanda ini biasanya terlihat ketika burung sudah mendapatkan perawatan yang baik dan sering dilatih.

Penakluk burung lain
Burung lain yang ada disekitar burung poksai jampul putih biasanya akan kabur ketakutan setelah mendengar kicauannya. Burung ini sering dikucilkan burung berkicau lain karena sering menirukan kicauan burung lain dengan suara yang lebih keras.

Raja tertawa
Suara kicauan burung ini lebih mirip dengan suara orang yang sedang tertawa terutama untuk jenis betina, sehingga burung ini diberi julukan raja tertawa.
Di habitat alami burung poksai jambul putih selalu berkicau bersamaan lalu menyelinap ke bagian bawah semak-semak mencari makanan ketika situasi sudah sepi.
Keunikan lain dari burung ini adalah suara kicauan bisa berhenti seketika seperti diberi komando dan burung akan kembali berkicau lagi jika sudah mendapat isyarat dari burung jalak jambul putih yang lainnya. Hal inilah yang membuat para ahli burung memberi julukan burung ini sebagai “penyanyi rimba”.


Cara memilih burung poksai jambul putih
Sebelum anda membeli burung poksai jambul putih sebaiknya anda mempertimbangkan beberapa hal agar burung yang anda pilih adalah burung yang sehat dan tidak memiliki cacat ataupun cela.
Sehat
Sebelum membeli sebaiknya anda meneliti kondisi fisik burung secara menyeluruh. Kepuasan dari pemilik burung akan berkurang jika burung memiliki cacat. Sepertinya belum lengkap apabila burung memiliki suara kicauan yang cukup bagus namun memiliki fisik yang cacat.
Bagian tubuh dari burung poksai jambul putih yang mudah patah adalah kuku dan paruh. Untuk mengetahui apakah paruh burung cacat atau tidak anda bisa mengamati bagian rahang atas burung dimana akan terlihat lubang pada saat mengatup atau paruh tidak tertutup dengan rapat.

Pilih yang masih muda
Burung berkicau yang baik biasanya burung yang tergolong masih muda atau bukan anakan. Selain itu burung yang masih muda lebih mudah dijinakkan daripada yang sudah dewasa.
Suara burung yang masih muda juga tidak kalah baik bila dibandingkan dengan burung dewasa, apalagi burung poksai jambul putih bukanlah tipe burung peniru.
Untuk membedakan burung poksai jambul putih muda dan dewasa anda bisa melihatnya melalui bulu. Bulu burung poksai jambul putih dewasa memiliki warna bulu yang kusam dan kasar, sedangkan burung poksai jambul putih yang masih muda memiliki bulu yang terlihat bersih dan bersinar serta memiliki mata yang berwarna kecoklatan.
Bila anda ingin membeli burung ini sebaiknya anda memilih yang jantan dan mendengar suara kicauannya terlebih dahulu. Dengan mendengar suara kicauannya anda akan mengetahui apakah burung tersebut memiliki kualitas suara yang baik sekaligus untuk membedakan jenis kelamin dari burung yang akan anda beli.
Sebaiknya beli lebih dari 1 ekor, karena burung ini terbiasa hidup secara berkelompok di habitatnya. Burung ini akan menjadi lebih menarik apabila berkicau dengan burung sejenis yang lain dan dikhawatirkan jika hidup sendirian hanya akan mendengar suara kicauannya sendiri.
Anda bisa membeli burung poksai jambul putih yang terdiri dari jantan dan betina, atau bisa juga keduanya sama-sama jantan. Jika anda ingin memelihara burung ini lebih dari 2 ekor maka anda harus siap direpotkan dengan burung ini karena harus diletakkan secara berjauhan. Harga poksai jambul putih dulunya sempat melambung tinggi, namun untuk sekarang harga burung ini lebih terjangkau.


Perawatan Sangkar dan perlengkapan burung poksai jambul putih
Sangkar dan perlengkapan harus memadai agar burung merasa betah untuk tinggal di dalamnya. Idealnya, sangkar yang digunakan minimal berukuran segi empat dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 50 cm, tinggi 70 cm.

Sebelum digunakan sangkar bisa dicat terlebih dahulu. Dengan begitu bagian permukaan jeruji sangkar yang tadinya tajam dan kasar bisa tertutupi sehingga burung tidak akan mudah terluka.

Sebelum digunakan, bau cat sangkar dipastikan telah hilang. Tenggeran sebaiknya terbuat dari kayu asem, jambu batu, jambu air, dan kayu duri hutan dengan ukuran diameter minimal 2,5 cm.

Tenggeran untuk poksai jambul putih yang masih bakalan dan benarbenar liar sebaiknya terdiri dari dua buah dan ditempatkan menyilang. Tujuannya agar burung tidak menggunakan jeruji sangkar untuk bertengger.

Salah satu tenggeran, terutama tenggeran yang di bagian atas, dapat diambil setelah 3—4 bulan burung tersebut dipelihara. Dalam selang waktu tersebut, burung sudah cukup terbiasa dengan lingkungannya dan gerakannya pun sudah tidak terlalu liar.

Wadah untuk pakan buatan sebaiknya berukuran agak besar, sedangkan wadah ulatnya berukuran sedang. Tempat minuman dipilihkan yang bagian permukaannya agak kecil (hanya dapat dimasuki kepala burung) agar air yang ada di dalamnya tidak digunakan untuk mandi.

Adakalanya burung suka menggunakan air minumnya untuk mandi. Hal itu perlu dicegah agar dasar sangkar tidak basah sehingga tidak cepat rusak. Selain itu, percikan air yang mengenai kotoran juga akan menimbulkan bau.

Penempatan sangkar
Lingkungan yang tenang bisa membuat burung semakin rajin berkicau. Burung harus dihindarkan dari binatang pengganggu seperti tikus atau kucing yang bisa membuat burung menjadi stres. Begitu pula bau yang menyengat seperti bahan kimia maupun asap dapur yang berlebihan.

Sangkar untuk burung yang masih bakalan sebaiknya ditempatkan minimal setinggi tangan tidak bisa menyentuhnya dan semakin tinggi akan semakin membuat burung lebih tenang. Penempatan burung pada tempat yang lebih rendah harus dilakukan secara bertahap.

Sangkar sebaiknya ditempatkan dengan jarak saling berjauhan, burung juga tidak boleh saling melihat. Dengan hanya mendengar suaranya, sesama poksai jambul putih akan mudah terpancing untuk berkicau bersahutan. Bila memungkinkan, sebaiknya dipelihara burung betina yang sudah rajin berkicau atau burung betina yang lenjeh dengan jantan sejenis.

Burung betina yang demikian akan mempercepat burung jantan untuk terus berkicau. Burung jantan dan betina dipertemukan 3 atau 4 hari sekali dalam waktu 10 hingga 15 menit. Seperti kebanyakan burung impor, salah satu cara untuk membuat jantan mau berkicau adalah dengan memanfaatkan betinanya.

Begitu pula dengan poksai jambul putih yang sangat temperamental atau galak pada burung lain, dapat mudah dijinakkan dengan cara mendampingkan betinanya yang lenjeh.

Tips tambahan Perawatan burung poksai jambul putih
1. Adaptasi
Burung peliharaan yang rajin berkicau biasanya harus jinak atau tidak merasa ketakutan terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Burung poksai jambul putih membutuhkan perawatan ekstra untuk membuat burung ini lebih mudah berkicau dan mudah beradaptasi pada lingkungan barunya.

2. Memiliki kuku yang mudah terluka dan patah
Burung poksai jambul putih yang diimpor dari luar negeri biasanya memiliki kuku yang terlepas atau patah. Kuku yang mengalami cacat ini biasanya ditemukan pada burung poksai jambul putih yang sudah dewasa.
Penyebab dari kuku yang mengalami cacat adalah karena burung masih memiliki sifat yang liar dan kandang penampungan yang buruk.