Showing posts with label Burung Cendet. Show all posts
Showing posts with label Burung Cendet. Show all posts

Monday, March 2, 2015

3 Permasalahan Perawatan Pentet Yang Perlu Anda Ketahui



Burung Pentet atau Cendet agar memiliki tampilan prima dan mampu berkicau dengan gacor memang sangat tergantung dari kekonsistenan dalam perawatan si pemelihara. Banyak hal yang harus dipelajari tentang kondisi burung serta perilaku burung yang dirawat. Begitu juga jika kita menginginkan hasil terbaik dalam merawat burung cendet/pentet, maka kita juga harus mengetahui berbagai permasalahan yang sering terjadi pada burung cendet/pentet.
Berikut SuaraBurungs.Com memberikan 3 Permasalahan Perawatan Burung Pentet yang perlu anda ketahui jika ingin memelihara burung ini.


1. Burung Pentet Jarang Bunyi / Tidak Gacor
Jika anda sudah memperlakukan burung pentet dengan benar dalam perawatannya namun burung jarang berkicau, maka hal yang perlu anda ketahui adalah apakah burung dalam kondisi akan mabung atau bulu yang baru mabung. Burung yang sudah tua dan dalam kondisi akan mabung memang biasanya jarang untuk berkicau, tetapi jika burung yang bulunya masih baru namun tidak gacor maka cobalah untuk memandikan burung 2 kali sehari guna menaikkan birahi burung.

Jika pentet belum juga gacor setelah dilakukan perawatan mandi 2kali sehari, maka cobalah untuk mendekatkan burung dengan petet lain, karena ada juga jenis pentet yang mempunyai tipe betempur, maka jika didekatkan dengan burung petet lain maka baru mau berbunyi/berkicau. Jadi burung pentet yang seperti ini memang dalam kesehariannya jarang berkicau.

2. Burung Pentet yang Giras
Jika burung pentet anda giras, cobalah untuk mengurangi porsi makanan EF (Extra Fooding), misalnya jangkrik dan ulat hongkong. Menjinakkan burung pentet juga bisa anda lakukan dengan memandikannya sesering mungkin dan taruh sangkar diatas tanah (Harus dipantau agar tidak diterkam kucing), hal ini agar burung terbiasa dengan aktifitas manusia sekitar.

Faktor lain burung pentet giras adalah karena burung dalam kondisi stress. Guna mengetahui apakah burung sedang dalam kondisi stress bisa anda dekatkan dengan burung pentet/cendet lainnya. Jika burung mau berbunyi dengan normal maka burung tidak dalam kondisi stress, tetapi jika pentet hanya berputar-putar dan tidak berbunyi bisa jadi burung dalam kondisi stress.

3. Burung Pentet Yang galak
Jika burung pentet anda galak, misalnya disaat anda mengambil tempat makan lalu sang burung mematuk tangan anda. Untuk menangangani masalah ini, cobalah untuk menerapi pentet dengan memandikannya sesering mungkin. Hal ini dilakukan agar burung merasa diperhatikan oleh pemeliharanya, kemudiaan sering berdiri didekat sangkar sambil member makan jangkrik agar burung juga mengenali diri anda.

Pentet yang galak atau kalau kita mendekat ke sangkar selalu menabrak sangkar kesana kemari biasanya juga karena sang burung sedang birahi. Rasa trauma juga bisa membuat burung pentet jadi galak, trauma bisa disebabkan misalnya anda mencabut bulu burung, melakukan sang burung dengan kasar, dan lain-lain. Karena burung pentet mempunyai sifat pendendam maka janganlah mengusik sang burung dengan cara-cara yang kasar, melainkan lakukan perawatan dengan sebaik mungkin dan berkesinambungan serta penuh rasa kesabaran.

Itulah Pentet/Cendet dan segala permasalahannya semoga artikel ini bisa menambah ilmu bagi anda penghobi burung dalam melakukan perawatan.

Thursday, April 10, 2014

Cara Merawat Anakan Burung Cendet


Cara Merawat Anakan Burung Cendet, Pentet, Toet. Banyak trik merawat cendet trotolan yang bisa dilakukan secara menyenangkan. Misalnya, memberi makan di luar sangkar, melatih burung agar mau melompat ke tangan kita, melatih agresivitas cendet dengan memberinya pakan hidup di luar sangkar, dan sebagainya.
Melalui pelatihan dan perawatan seperti itu, cendet ketika dewasa nanti akan memiliki mental / keberanian yang bagus. Selain itu, cendet bisa dilatih untuk berkicau di luar sangkar atau melatihnya berkicau di atas tangan kita, tanpa rasa khawatir burung akan lepas atau kabur.

Selain itu, merawat cendet sejak trotolan memungkinkan Anda untuk memasternya sejak dini. Sebab, burung yang masih trotolan lebih cepat merekam suara apapun yang sering didengarnya ke dalam memorinya.
Agar hasilnya lebih efektif, pemasteran cendet trotolan sebaiknya dilakukan di dalam ruangan. Dalam hal ini, cendet trotolan dimasukkan dalam ruangan bersama burung-burung master lainnya memang. Pemasteran di dalam ruangan akan menimbulkan suara yang jelas, karena adanya pantulan gelombang suara, sehingga cendet pun bisa lebih mudah merekam suara-suara burung master.

Jarak antara cendet trotolan dan burung master sebaiknya sekitar 1,5 – 2 meter. Jarak ini cukupan, dalam arti tidak terlalu jauh yang membuat suara kurang terdengar jelas, namun juga tidak terlalu dekat yang membuat suara masteran terdengar begitu keras dan malah membuat cendet tidak fokus.
Burung master yang bisa digunakan untuk memaster cendet trotolan antara lain cucak jenggot, love bird, cililin, burung gereja tarung, branjangan, ciblek, kenari, dan jalak suren. Suara lain non-burung juga bisa Anda gunakan, misalnya belalang. Yang perlu diperhatikan, burung master yang digunakan mestinya sudah dalam kondisi gacor

Dalam perawatannya, jangan takut burung bakal menjadi manja alias miyik. Sebab cendet trotolan, terutama yang berjenis kelamin jantan, jarang sekali memiliki karakter seperti itu. Kalaupun mereka telanjur memiliki sifat miyik, maka setelah berganti bulu / berusia dewasa, sifat tersebut akan hilang dengan sendirinya.
ada beberapa faktor yang bisa membuat cender manja, yaitu :
1.      Burung yang kekurangan protein.
2.      Burung muda / trotolan yang dipertemukan dengan burung sejenis.
3.      Faktor lain seperti emosi atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perawatan.
Karena itu, jika Anda memiliki cendet yang masih berusia muda / trotolan, sebaiknya jangan mempertemukan mereka dengan burung sejenis.
Semoga bermanfaat.


Wednesday, May 2, 2012

Perawatan Harian Burung Cendet


 Perawatan harian burung Cendet gampang-gampang susah sebab burung Cendet sebagai salah satu jenis burung berkicau menuntut konsistensi, ketelatenan dan kesabaran dalam perawatan baik perawatan harian Cendet, perawatan Cendet mabung, perawatan burung Cendet pasca mabung, perawatan Cendet pra lomba, hingga perawatan pasca lomba untuk si burung Cendet kesayangan.

Perawatan harian bagi pemilik burung Cendet sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan waktu serta tentunya karakter burung Cendet itu sendiri, sebab satu pola perawatan burung dengan lainnya tidak dapat disamaratakan antara pemilik satu dengan lainnya bahkan burung Cendet satu dengan burung lainnya.

Perawatan harian burung Cendet yang utama adalah konsistensi dalam pemberian pakan, mandi dan jemur serta kebersihan sangkar sehari-hari, oleh sebab itu semakin baik pemilik Cendet mengenal burung Cendet peliharaannya maka semakin mudah pula menentukan pola perawatan harian dan setting untuk burung Cendet yang dimiliki.

Dalam menentukan perawatan harian burung Cendet, Anda tidak perlu sama persis dengan perawatan Cendet si A, Cendet si B, Cendet si C, bahkan Cendet jawara sekalipun, sebab karakter masing-masing burung tidak mungkin 100 persen sama satu dengan lainnya. Kendati demikian, menjadikan pola perawatan harian burung Cendet milik orang lain sebagai referensi tentu bukan hal yang diharamkan, apalagi bertujuan untuk memaksimalkan performa burung Cendet milik kita.

Secara umum perawatan harian burung Cendet dapat dijabarkan sebagai berikut, tentunya disesuaikan lagi dengan karakter burung itu sendiri serta ketersediaan waktu pemilik.

Bangun pagi, kerodong dibuka dan burung diangin-anginkan sekitar 10-15 menit.
Ambil cepuk wadah pakan dan minum, bersihkan lalu ganti dengan voor dan air minum yang baru.
Mandikan burung sesuai kebiasaan, (keramba, cepuk atau semprot dengan sprayer) hingga didis (menyibakkan bulu ekor dan sayap) berkali-kali.

Usai mandi burung Cendet jangan langsung dijemur di bawah matahari, namun diangin-anginkan terlebih dahulu untuk penyesuaian suhu tubuh, saat ini bisa diberikan Ekstrafooding (EF) berupa jangkrik, kroto atau ulat hongkong (sesuai settingan harian yang biasa diterapkan) contoh : 3 jangkrik + 1 sendok makan kroto.

Begitu bulu burung terlihat mengering, masukan cepuk berisi voor dan air minum baru ke dalam sangkar untuk selanjutnya dilakukan penjemuran, sebagian pemilik cendet tidak memberikan cepuk makanan saat penjemuran (kembali kepada kebiasaan masing-masing).

Penjemuran dapat dilakukan antara 15 menit hingga 3 jam tergantung kesiapan burung, kebiasaan, serta lokasi penjemuran. Penjemuran Cendet sebaiknya dilakukan secara bertahap sambil melihat ketahan jemur dari Cendet. Jika anda terpaksa bekerja dari pagi hingga sore hari, maka sebaiknya pilih lokasi penjemuran yang hanya mendapat sinar matahari hingga sekitar jam 11.00 siang, tentunya dengan pengaturan lokasi gantang yang tepat, aman dan efektif.
Setelah penjemuran selesai, burung kembali dianginkan antara 10-15 menit baru kerodong hingga sore hari (sambil dilakukan pemasteran).

Jadwal sore, kerodong dibuka, dianginkan 10-15 menit, Cendet dapat dimandikan kembali, bersihkan kandang dan berikan kembali EF (sesuai kebiasaan).
Usai penjemuran sore, burung kembali dianginkan dan dikerodong untuk dilakukan pemasteran hingga keesokan paginya, selanjutnya pola perawatan harian burung Cendet kembali lagi seperti pada point 1.

Jadwal  perawatan harian burung Cendet di atas hanya gambaran umum perawatan Cendet yang sering dilakukan oleh para mania burung dan tentunya bukan merupakan pola perawatan baku, sebab semua kembai lagi pada kebiasaan serta karakter Cendet itu sendiri, namun kunci dari semua perawatan adalah konsistensi, jangan sekali-kali memilih pola perawatan yang sulit dan membebani diri Anda dalam menjalankan hobi.

Perawatan harian tanpa mandi harian pun dapat Anda terapkan, misalnya seminggu hanya dua kali namun kebersihan kandang harus tetap terjaga, pantau dampak setiap perubahan pola perawatan yang Anda lalukan. Jika cocok dihati dan cocok di burung Cendet Anda, maka mantapkan pola perawatan tersebut dengan konsisten dari pakan, mandi jemur dan ekstra fooding. Konsistensi adalah kunci mendapatkan hasil maksimal dalam perawatan burung berkicau termasuk burung Cendet.

Panduan Perawatan Burung Cendet


Burung Cendet  atau pentet merupakan salah satu burung predator yang memiliki suara variasi isian yang sangat baik. Banyak Kicaumania yang menganggap perawatan burung jenis ini susah. Sebenarnya, merawat burung ini sama mudahnya dengan merawat burung berkicau jenis lain. Burung Cendet adalah burung cerdas dari keluarga Turdidae.

KARAKTER DASAR BURUNG CENDET

1. Ganas apabila lapar. Burung ini akan berlaku agresif apabila lapar.
2. Petarung yang memiliki teritorial. Apabila mendengar suara burung lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
3. Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Cendet lain, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
4. Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.

PEMILIHAN BAHAN BURUNG CENDET YANG BAIK
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cendet
* Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cendet jantan dapat dilihat warna bulu yang tegas mengkilap dan kontras.
* Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah cenderung lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
* Kepala besar, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
* Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
* Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
* Lincah dan dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
* Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CENDET

* Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cendet. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
* EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Cendet yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.

PERAWATAN DAN STELAN HARIAN
Perawatan harian untuk burung Cendet relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini Pola Perawatan harian dan Stelan Harian untuk burung Cendet:
1. Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
2. Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
3. Berikan Jangkrik 4 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
4. Penjemuran dapat dilakukan selama 1-3 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
5. Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
6. Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan CD Master Natural Therapy Plus (NTPlus) atau CD Master Bird Contest Therapy (BCT).
7. Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
8. Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
9. Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan diperdengarkan suara Master dari CD Master Ocehan selama masa istirahat sampai pagi harinya.

PENTING
 * Kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal 2x seminggu.
 * Pemberian Cacing diberikan 1 ekor 2x seminggu.
 * Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.

PENANGANAN APABILA KONDISINYA OVER BIRAHI
 * Pangkas porsi Jangkrik menjadi 2 pagi dan 2 sore
 * Berikan Cacing 2 ekor 2x seminggu
 * Berikan Ulat Bambu 2 ekor 3x seminggu
 * Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
 * Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja
 * Mandi malam

PENANGANAN APABILA KONDISINYA DROP
 1. Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore
 2. Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi setiap hari
 3. Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali
 4. Mandi dibuat 2 hari sekali saja
 5. Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cendet lain dahulu
 6. Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari

PERAWATAN DAN STELAN UNTUK LOMBA
Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cendet:
1. H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 5 ekor sore.
2. H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
3. 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3-5 ekor dan Ulat Hongkong 6-15 ekor.
4. Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 2 ekor lagi.

PENTING
* Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Cendet lain.
* Lakukan mandi malam (jam 19.00-20.00) pada H-1.

PERAWATAN DAN STELAN PASCA LOMBA
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Cendet:

1. Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
 2. Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
 3. Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

PERAWATAN DAN STELAN PADA MASA MABUNG
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

Pola Perawatan masa mabung:
1. Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
2. Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari
3. Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 6 ekor pagi dan 6 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi, Cacing 2 ekor 3x seminggu dan Ulat Hongkong 5 ekor setiap pagi.
4. Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
5. Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.