Showing posts with label Prenjak. Show all posts
Showing posts with label Prenjak. Show all posts

Monday, April 29, 2013

Tips membuat ciblek mau makan voer



Memelihara Burung kecil seperti Burung Ciblek atau Perenjak kini menjadi trend baru di dunia perburungan, hampir semua kicaumania memelihara burung tersebut . Bagaimana jika kita mendapatkan burung - burung tersebut dalam keadaan belum makan voer ?


Hal yang perlu anda ketahui mengenai burung Ciblek / Burung Perenjak adalah :
Burung Ciblek dan Perenjak adalah burung yang senang menjemur diri di sinar matahari , jadi pastikan tempat mengantang burung ciblek anda terkena sinar matahari setiap harinya minimal 2-3 jam . baru setelah itu gantang burung ditempat yang sejuk.
Burung Ciblek adalah burung petarung, jangan biasakan menggantang 2 ekor atau lebih burung ini saling berhadapan atau berdekatan ! , gantang burung secara berjauhan dan bila perlu diselang - seling dengan kandang burung lainnya. dan sebagai saran jika anda memiliki burung pentet/ Toed sebaiknya jauhkan dari ciblek anda, karena kita semua tahu ciblek adalah makanan burung pentet di alamnya .


 

Tip membuat burung ciblek makan voer
Hari pertama siapkan kroto basah dan masukan full kroto ke dalam tempat makanannya ( tanpa pur ) hal ini biar ciblek terbiasa dengan tempat makanan dan minuman yang anda sediakan dikandangnya.
Hari kedua masukan pur kedalam tempat makanannya lalu ditaruh diatasnya kroto basah, tapi jangan diaduk dulu, biar burung ciblek yang mengaduk-aduknya apabila kroto diatasnya sudah mulai habis.
Hari ketiga masukan campuran voer dan kroto ke tempat makanannya lalu ditaruh diatasnya kroto basah.
Hari keempat campurkan pur dan kroto basah ketempat makanannya lalu campur sedikit dengan air bersih, lalu diaduk. (airnya sedikit aja maksudnya agar pur dan kroto menyatu ).
Hari kelima masih seperti sebelumnya tapi kali ini jumlah kroto dikurangi.
Hari keenam masukan pur murni kedalam tempat makanannya ( tanpa kroto ), dan sediakan cepuk untuk tempat kroto ( dipisah untuk krotonya ). hari ketujuh amati kotorannya apakah sudah membentuk atau masih bercampur dengan air ( warna putih ), jika seudah membentuk dengan kata lain tidak berupa cairan lagi berarti ciblek anda sudah mau makan pur murni.

OK!, selamat mencoba, tapi tetap diingat biarpun ciblek anda sudah mau makan pur anda harus tetap memberinya Kroto dan jangkrik kecil agar staminanya terjaga .

Thursday, April 18, 2013

Burung Prenjak



Burung Prenjak merupakan burung kecil yang mempunyai suara yang keras dan lantang seolah olah tidak mau mengalah dengan burung kicauan yang lain. Burung ini termasuk burung petarung juga. Burung ini memang agak sukar untuk dipelihara. Tetapi jika anda berhasil memeliharanya pasti sangat puas deh..dijamin ramai rumah anda dengan kicauannya.

Bagi anda yang tertarik untuk memeliharanya, tentu anda harus bisa memilih mana bakalan jantan dan mana bakalan betina karena burung prenjak yang rajin berkicau adalah yang jenis jantan. lalu bagaimanakah cara memelihara dan memilih bakalan yang baik? Disini anda akan saya beritahu sedikit tentang ciri-ciri burung prenjak jantan yang bagus sesuai pengalaman saya dan teknik pemeliharaannya.

Cara Memelihara Memilih Bakalan Burung Prenjak
Bila anda memilih dipasar burung, maka keterangan berikut dapat membantu anda :
  • Pilih yang berdada sangat hitam..atau full hitamnya
  • Pilih yang energik alias semangat dan pemberani jika kita dekati.
  • Jika kita lihat ekornya selalu diangkat keatas seolah-olah mau bertarung
  • Pilih yang bulunya cerah
  • Ada satu tips lagi yaitu dikepalanya terdapat beberapa bulu semacam rambut yang terjuntai keluar
  • Paruh dan Tenggorokan tampak kehitaman.
  • Pilih yang berkepala Besar dan Bodi yang sepadan dengan kepala, hal ini menandakan keindahan tubuh dan suaranya bakal lantang dengan volume tebal.


Bila ingin  memilih bakalan prenjak yang baik maka teknik pemeliharaan untuk burung bakalan adalah sbb  :
  • Setiap pagi keluarkan burung untuk dipanaskan sekitar 30 Menit kemudian semprot atau mandikan burung prenjak bakalan dengan semprotan yang lembut agar burung tidak takut.
  • Kemudian jemur burung di dekat lalu lalang orang agar cepat jinak.
  • Berikan makanan berupa ulat kandang satu sendok teh dan campurkan dengan vour. cuku satu sendok teh saja sehari supaya burung bila lapar mau mencicipi vour, yang akhirnya lama kelamaan dia akan terbiasa makan vour.
  • Berikan Kroto 2 hari sekali atau 3 hari sekali untuk merangsang agar cepat bunyi
  • Lakukan penyemprotan setiap hari agar burung cepat jinak.
  • Sesekali pertemukan dengan burung sejenis yang jantan juga agar burung terangsang untuk bunyi. dan melihat keberaniannya dalam bertarung.

Jenis jenis Burung Penjak banyak macamnya diantaranya :
Prenjak kebun / ciblek
Dominan abu2 dipunggung,keputih2an didada s/d perut,ekor panjang mengembang,ada bintik putih dibagian bulu ekor,paruh hitam pekat agak panjang

Prenjak sawah / alang2
Dominan abu2 sama dgn diatas,bodi lbh ramping,paruh mungil agak kemerahan

Prenjak Merah / bambu : Bodi lbh kecil dr prenjak sawah,pendek,warna bulu dominan abu2,kepala agak merah,ekor abu2 pendek mengembang
  
Itulah beberapa jenis yang saya tahu dan banyak di pasaran, Istilah diatas adalah penyebutan didaerah Surabaya dan sekitarnya.

Friday, November 23, 2012

Prenjak Jawa

Perenjak Jawa juga dikenal sejenis burung kicauan dari suku Cisticolidae (pada banyak buku masih dimasukkan ke dalam suku Sylviidae). Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai Bar-Winged Prinia, merujuk pada dua garis putih pada setiap sayapnya. Nama ilmiahnya adalah Prinia familiaris Horsfield.


Ciri-ciri:
Burung kecil ramping, dengan panjang total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 10 cm. Hampir seluruh sisi atas badan berwarna coklat hijau-zaitun. Tenggorokan dan dada putih, perut dan pantat kekuningan. Sisi dada dan paha keabu-abuan. Ciri khas: sayap dengan dua garis putih, serta ekor panjang dengan ujung berwarna hitam dan putih. Paruh panjang runcing, sebelah atas berwarna kehitaman dan sebelah bawah kekuningan. Kaki langsing dan rapuh berwarna coklat kemerahan atau merah jambu.

Jenis Kelamin:
Jantan bila dibedakan dari betina dengan ukuran tubuhnya yang lebih besar dan aktif berkicau. Ekor lebih panjang dan warna sayap yang lebih gelap .

 
Kebiasaan & Penyebaran:
Burung yang ramai dan lincah, yang sering ditemui di tempat terbuka atau daerah bersemak di taman, pekarangan, tepi sawah, hutan sekunder, hingga ke hutan bakau. Juga kerap teramati di perkebunan teh. Dua atau tiga ekor, atau lebih, kerap terlihat berkejaran sementara mencari makanan di antara semak-semak, sambil berbunyi-bunyi keras cwuit-cwuit-cwuit.. ciblek-ciblek-ciblek-ciblek.. ! Ekor yang tipis digerakkan ke atas saat berkicau.

Mencari mangsanya yang berupa aneka serangga dan ulat, perenjak jawa berburu mulai dari permukaan tanah hingga tajuk pepohonan. Burung ini membuat sarangnya di rerumputan atau semak-semak hingga ketinggian sekitar 1,5 m di atas tanah. Sarang berbentuk bola kecil dianyam dari rerumputan dan serat tumbuhan.

Perenjak Jawa adalah burung endemik (menyebar terbatas) di wilayah Sumatra, Jawa dan Bali. Di Sumatra tidak jarang sampai ketinggian 900 m dpl, sedangkan di Jawa dan Bali umum sampai ketinggian 1.500 m dpl
  
Tingkat Kehidupan:
Sebelum tahun 1990-an, burung ini boleh dibilang tidak memiliki nilai ekonomi, sehingga banyak dibiarkan bebas dan meliar seperti halnya burung gereja dan burung pipit. Sifatnya yang mudah beradaptasi dan tidak takut pada manusia menyebabkan populasi burung ini cukup tinggi pada wilayah-wilayah yang sesuai.

Setelah tahun-tahun itu, burung ini mulai banyak diburu orang untuk diperdagangkan terutama di Jawa. Apalagi burung ini mudah dijumpai di wilayah perkebunan dan memiliki keistimewaan mudah jinak. Sifat jinaknya membuat ia mudah ditangkap dengan cara dipikat yaitu memakai bantuan cermin di dalam sangkar. Burung yang tertarik dengan bayangannya sendiri akan terjebak di dalam sangkar.

Cara lain adalah dengan memasang jerat atau rajut di sekitar sarangnya, atau dengan perangkap getah (pulut) pada tempat-tempat tidurnya di waktu malam. Para penangkap burung yang terampil, bahkan, kerap hanya bermodalkan senter, kehati-hatian dan kecepatan tangan menangkap burung yang tidur di malam hari.
Sayang sekali burung ini mudah stres dan mati dalam pemeliharaan, terutama apabila yang ditangkap adalah burung dewasa. Belum lagi jika pemeliharanya tidak berpengalaman. Namun ini agaknya tidak menyurutkan minat para penangkap burung untuk terus memburunya.
 
Sampai sekarang, burung ini belum berhasil dibiakkan dalam tangkaran. Dan para penggemar burung masih bergantung pada tangkapan dari alam.Eksploitasi yang berlebihan ini segera terlihat akibatnya. Di wilayah-wilayah tertentu seperti di pinggiran Jakarta dan Bogor, di mana burung ini melimpah sebelum tahun ‘90an, kini seolah ‘kehabisan stok’.
 
Perenjak Jawa semakin jarang terlihat di taman-taman, dan hadir terbatas di tempat-tempat tertentu yang masih dekat hutan.Dalam pemeliharaan biasanya burung ini sering diberi makanan berupa kroto (tempayak dan anak semut rangrang), ulat hongkong, serta pelet (voer).