Saturday, July 14, 2012

Cara Memilih dan Merawat Burung Pleci

Burung Pleci Kaca Mata Putih atau disebut juga dengan Burung Perci akhir-akhir ini menjadi idola baru para penggemar burung berkicau. Burung yang memiliki postur kecil dengan ciri khas lingkaran putih pada mata ini memang memiliki suara yang merdu. Meski memiliki volume suara yang relatif sedang, burung ini mampu menirukan berbagai suara burung lain seperti burung gelatik, cucak dan lainnya. Berikut info mengenai Burung Pleci Kaca Mata Putih.

Cara Memilih Burung Pleci
Untuk memilih burung pleci yang berkualitas di pasar maka pilihlah burung dengan ciri :
Body panjang dan besar
Lingkaran putih mata yang tebal
Pilihlah burung pleci yang lincah
Paruh tebal dan panjang
Memiliki tubuh yang tidak cacat

Sedangkan untuk memilih burung pleci jantan maka pilihlah pleci dengan ciri :
Mempunyai lingkar mata yang lebih tebal dan tajam
Mempunyai warna hijaunya lebih tajam
Bisa juga di lihat kloaka atau duburnya dengan cara di tiup kalau lebih menonjol

Cara Merawat Burung Pleci
 Untuk perawatan burung perci sebenarnya hampir sama dengan cara merawat burung berkicau pada umumnya. Yang perlu diperhatikan secara khusus adalah pemberian makanan dan kebersihan sangkar atau kandang. Makanan burung pleci selain voer adalah buah-buahan seperti pisang, pepaya, apel. Namun selain buah burung ini juga memakan ulat kecil dan juga telur semut merah atau kroto. Untuk memilih pisang sebaiknya memilih pisang gepok selain memiliki nutrisi yang lebih juga agar kotoran lebih mudah dibersihkan. Meski burung telah memakan voer sebaiknya tetap diberi buah-buahan dan sesekali beri ulat atau kroto untuk menambah asupan gizi burung.

Nah untuk kebersihan sebaiknya bersihkan kotoran setiap hari agar burung tetap sehat. Selain itu perhatikan juga kebersihan air minumnya dengan mengganti setiap hari. Untuk menjaga kesehatan burung pleci tetap terjaga maka mandikan burung dengan menyemprot secara perlahan lantas jemur atau diangin-anginkan. Memandikan burung pleci yang baik adalah di pagi hari.

Jika anda memiliki burung pleci lebih dari 1 maka taruh burung secara berjauhan. Jangan sampai burung dapat melihat antara burung pleci satu dengan yang lain. Karena burung pleci akan saling bersahutan jika mendengar suara burung pleci yang lain. Agar burung pleci mampu menirukan suara burung lain maka gunakan suara burung lain untuk memaster.

Monday, July 2, 2012

Burung Serindit (Si Kecil yang Menawan)

Burung Serindit yang memiliki tubuh kecil dan warnanya di dominasi hijau ini, ternyata memiliki suara cerecetan yang bagus terutama untuk jenis murai batu, cucak hijau, pentet dan jenis anis. Suara cerecetan yang dihasilkannyapun terkadang memiliki irama yang panjang, tajam dan keras. Dahulu burung ini hanya dipelihara oleh sebagian kecil orang sebagai burung hias dirumah. Namun saat ini burung kecil ini banyak dicari dan diburu oleh para penghobi burung kicauan sebagai master burung peliharaannya.

Merawat burung yang satu ini tidak terlalu sulit. Untuk makanannya cukup diberikan jenis makanan sayuran hijau, buah-buahan, juga serangga. Biasanya untuk buah lebih banyak diberikan buah pisang serta air minumnya diberikan gula atau bisa juga madu. Untuk buah seperti pisang sebenarnya dapat diganti dengan makanan bayi semisal SUN. Karena dalam makanan tersebut mengandung gizi yang cukup untuk kebutuhan makan burung serindit ini. Cara tidurnya burung serindit ini pun cukup unik yaitu kepalanya menggantung ke bawah. Cara berjalan burung ini mirip dengan burung paruh bengkok lainnya yaitu merambat. Ketika berbunyi suaranya terkadang terdengan keras mengalun. Sehingga banyak penghobi kicauan yang menyukai burung ini.

Saturday, May 12, 2012

Burung Kepodang Si Pesolek Cantik


Burung Kepodang (Oriolus chinensis) merupakan burung berkicau yang mempunyai bulu yang indah. Burung Kepodang cukup dikenal dalam budaya Jawa, khususnya Jawa Tengah, selain hanya karena Burung Kepodang merupakan fauna identitas provinsi Jawa Tengah, Burung Kepodang juga sering dipergunakan dalam tradisi ‘mitoni’ (tradisi tujuh bulan kehamilan). Konon, ibu hamil yang memakan daging burung Kepodang akan mendapatkan anak yang ganteng atau cantik jelita.

Burung Kepodang yang merupakan fauna identitas provinsi Jawa Tengah ini dikenal juga dengan sebutan manuk pitu wolu karena bunyinya yang nyaring mirip dengan ucapan pitu-wolu (tujuh delapan). Selain itu, burung ini juga terkenal sebagai burung pesolek yang selalu tampil cantik, rapi, dan bersih termasuk dalam membuat sarang.

Masyarakat Sunda biasa menyebut burung Kepodang ini dengan sebutan Bincarung. Sedangkan beberapa daerah di Sumatera menyebutnya sebagai Gantialuh dan masyarakat di Sulawesi menyebutnya Gulalahe. Burung Kepodang ini dalam bahasa Inggris sering disebut dengan Black Naped Oriole. Di Malaysia disebut burung Kunyit Besar. Sedangkan dalam bahasa ilmiah (latin), Burung Kepodang disebut Oriolus chinensis.

 
Ciri-ciri dan Kebiasaan. Burung Kepodang (Oriolus chinensis) berukuran relatif sedang, panjang mulai ujung ekor hingga paruh berkisar 25 cm. Bulunya indah berwarna kuning keemasan sedang bagian kepala,sayap dan ekor ada sebagian bulu yang berwarna hitam.  Ciri khas burung Kepodang adalah terdapatnya garis hitam melewati mata dan tengkuk.

Iris mata burung Kepodang berwarna merah sedangkan paruhnya berwarna merah jambu dan kedua kakinya berwarna hitam. Burung Kepodang yang ditetapkan sebagai maskot (fauna identitas) provinsi Jawa Tengah ini mempunyai siulan seperti bunyi alunan seruling dengan bunyi “liiuw, klii-lii-tii-liiuw” atau “u-dli-u”. Selain mempunyai ocehan yang sangat keras dan nyaring, Kepodang juga pandai menirukan suara burung Ciblek, Prenjak, Penthet bahkan suara burung Raja Udang.

Makanan utama Kepodang adalah buah-buahan seperti pisang dan papaya, serangga kecil dan biji-bijian dan sesekali memakan ulat bumbung dan ulat pisang. Burung Kepodang biasa hidup berpasangan. Burung betina biasanya membuat sarang dengan teliti pada ranting pohon.


Ketelitian burung Kepodang dalam membuat sarang yang indah dan tampilan burung yang selalu terlihat bersih dan rapi dengan bulu yang indah menawan membuat burung ini sering mendapat predikat sebagai burung pesolek.

Habitat, Persebaran, dan Konservasi. Habitat asli Burung Kepodang (Oriolus chinensis) adalah di daerah dataran tinggi. Namun burung ini dapat juga ditemui di hutan terbuka, hutan mangrove dan hutan pantai hingga ketinggian 1.600 m dpl.

Kepodang tersebar luas di mulai dari India, Bangladesh, Rusia, China, Korea, Taiwan, Laos, Myanmar, Kamboja, Thailand, Filipina, Malaysia, hingga Indonesia. Di Indonesia, burung berbulu indah ini dapat dijumpai di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

Burung Kepodang (Oriolus chinensis), meskipun di beberapa tempat di Indonesia julai jarang ditemukan tetapi secara umum masih dikategorikan sebagai ‘Least Concern’ atau ‘Beresiko Rendah’ oleh IUCN Redlist. Artinya burung pesolek maskot provinsi Jawa Tengah ini masih dianggap belum terancam kepunahan.

Subspesies Burung Kepodang. Burung Kepodang sebenarnya mempunyai beberapa subspesies (anak jenis). Beberapa anak jenis burung Kepodang diantaranya adalah:
Oriolus chinensis andamanensis
Oriolus chinensis celebensis
Oriolus chinensis chinensis (Black Naped Oriole)
Oriolus chinensis diffusus
Oriolus chinensis frontalis
Oriolus chinensis lamprochryseus
Oriolus chinensis macrourus
Oriolus chinensis maculatus
Oriolus chinensis melanisticus
Oriolus chinensis mundus
Oriolus chinensis richmondi
Oriolus chinensis sangirensis
Oriolus chinensis sipora
Oriolus chinensis stresemanni
Oriolus chinensis suluensis
Oriolus chinensis tenuirostris
Oriolus chinensis yamamurae

Mitos dan Filosofi Jawa. Dalam masyarakat Jawa, burung Kepodang sangat dikenal oleh masyarakat dan dianggap mempunyai makna filosofi yang tinggi. Bagi masyarakat Jawa burung Kepodang melambangkan kekompakan, keselarasan dan keindahan budi pekerti sekaligus juga melambangkan anak atau generasi muda.

Burung Kepodang juga menjadi salah satu burung klangenan bagi masyakat Jawa di samping burung Perkutut. Mungkin lantaran nilai-nilai filosofi yang selaras dengan budaya Jawa maka tidak mengherankan jika kemudian burung Kepodang ditetapkan sebagai fauna identitas provinsi Jawa Tengah.

Satu yang lekat di budaya Jawa adalah sebuah mitos tentang burung Kepodang ini. Mungkin lantaran keindahan bulunya, tampilannya yang selalu ‘jaim’ dan terlihat bersih, rapi dan indah serta ketelitian dalam membuat sarang yang indah kemudian memunculkan mitos bahwa ibu hamil yang memakan daging burung Kepodang akan mendapatkan anak yang ganteng ataupun cantik. Karena itu, masih sering terdapat tradisi menyembelih burung Kepodang saat ritual ‘mitoni’ (tradisi selamatan tujuh bulan masa kehamilan).

Saya sendiri belum sempat bertanya kepada ibu saya apakah ketika ‘mitoni’ saya, beliau juga disembelihkan burung Kepodang si Pesolek cantik ini?.

Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Passeriformes; Famili: Oriolidae; Genus: Oriolus; Spesies: Oriolus chinensis